Sumbu Informatika

Blog tentang IT (tekhnologi informatika) dan ilmu TKJ

February 11, 2019

Cara REDIRECT URL website ke website

Cara Menambahkan viewr - Dengan Mengalihkan Link Domain Situs

1. Pertama kita klik aplikasinya yaitu WINBOX.


2. Kedua kita pilih menu IP pada winbox tersebut, 
  • kita klik sub menu DNS 


3. Maka akan muncul tampilan seperti dibawah ini. 
  • Lalu kita klik sub menu STATIC


4. Nah pada tahap ini anda klik tanda (+) atau ADD. 


5. Setelah itu baru kita isi dengan seperti contoh gambar dibawah ini.
  • saya menggunakan NAME : mikrotik.com (bisa diganti sesuia keinginan)
  • dengan alamat        ADDRESS : detik.com (bisa diganti sesuia keinginan)


  • Catatan : anda bisa mengubah semua link domain situs dengan dialihkan ke blog situs anda sendiri tapi gunakanlah ilmu dengan baik2 karna ilmu juga dapat membahayakan kita kalau kita salah dalam memnggunakan ilmu tersebut.


January 21, 2019

Cara meng-Hidden, menyembunyikan folder atau file pada komputer atau laptope

Cara meng-Hidden, menyembunyikan folder atau file pada komputer atau laptope

1. Pertama kita pilih folder atau file yang aka kita hidden atau sembunyikan.
contoh : saya memilih folder download yang didalamnya ada folder video yang akan saya sembunyikan atau hidden yaitu folder videonya.




2. Setelah kita klik propertise maka akan muncul printah :
sperti dibawah ini dan lakukan sama ya gan seperti digambar


3. Setelah itu secara otomatis folder tersembunyi dan hidden anda selesai dengan sempurna.

terima kasih sobat telah membaca artikel dari saya. dan jangan lupa ya tinggalkan komentar juga apa saran anda buat saya sendiri...

jangan lupa baca juga :
1. Cara menambah kecepatan download melalui IDM (internet download manager)




September 22, 2018

Konfigurasi OSPF Multi Area pada Cisco Packet Tracer

OSPF dapat terbagi-bagi menjadi beberapa bagian yang disebut dengan Area, Setiap area terdiri dari sejumlah Router dan Network, Router dapat berada di antara lebih dari satu area yang disebut dengan Router ABR (Area Border Router), sedangkan satu network atau link hanya dapat berada dalam satu area yang sama saja. Masing-masing Router pada suatu area akan mengurusi area dia sendiri LSDB, Router hanya akan mengirimkan informasi mendetail (LSA Type-1) pada Router yang masih dalam satu area yang sama, informasi mendetail itu seperti Router-id, tetangga si Router, status link, dll yang terdapat pada LSA Type-1. sedangkan untuk informasi Router lainnya pada area yang berbeda tidak begitu mendetail atau hanya informasi Routing saja berupa Network-Network yang berada di luar area.

Pada OSPF terdapat beberapa jenis area yaitu :
  • Backbone : Area ini adalah area terpenting pada OSPF, area ini diidentifikasi dengan angka 0 atau 0.0.0.0, fungsi area ini adalah sebagai penghubung antara satu area dengan area lainnya, semua area yang bukan backbone harus terhubung langsung dengan area backbone ini untuk terhubung dengan area lainnya, jika tidak maka area tersebut tidak dapat mengirimkan informasi Routing pada area lain. Area yang tidak terhubung langsung secara fisik dapat diakali dengan menggunakan Virtual-Link.
  • Standard : Area ini adalah area biasa pada OSPF yang diidentifikasikan dengan angka desimal ataupun dengan 4 oktet angka desimal seperti alamat IP.
  • Stub : Area ini adalah area yang biasanya berada di ujung topologi OSPF, area ini tidak akan menerima informasi yang berasal dari luar OSPF (Redistribute).
Router ABR atau Router perbatasan antara satu area dengan area lainnya, bertugas untuk mendistribusikan informasi Routing yang berasal dari suatu area pada area lainnya dalam bentuk LSA Type-3 yang isinya hanya Network-Network yang dimiliki pada suatu area. jadi Router ABR akan memiliki LSDB lebih dari satu area.

Untuk konfigurasi pada Router Cisco atau OS Cisco IOS tidak jauh berbeda dengan Single area hanya dibedakan areanya saja, saya contohkan seperti topologi dibawah ini :


Pada topologi diatas Network 10.10.10.0/30 berada di area 15, Network 20.20.20.0/30 berada di area Backbone, dan Network 30.30.30.0/30 berada di area 24. Untuk melakukan konfigurasi tinggal masukan network yang dimiliki oleh Router dan sertakan area network tersebut. berikut ini adalah konfigurasinya : 

Pertama berikan alamat IP terlebih dahulu pada masing-masing Interface Router :

R1

R1(config)#int g0/0 R1(config-if)#ip add 10.10.10.1 255.255.255.252 R1(config-if)#no sh R1(config-if)#exit

R2

R2(config)#int g0/0 R2(config-if)#ip add 10.10.10.2 255.255.255.252 R2(config-if)#no sh R2(config-if)#exit R2(config)#int g0/1 R2(config-if)#ip add 20.20.20.1 255.255.255.252 R2(config-if)#no sh R2(config-if)#exit

R3

R3(config)#int g0/0 R3(config-if)#ip add 20.20.20.2 255.255.255.252 R3(config-if)#no sh R3(config-if)#exit R3(config)#int g0/1 R3(config-if)#ip add 30.30.30.1 255.255.255.252 R3(config-if)#no sh R3(config-if)#exit

R4

R4(config)#int g0/0 R4(config-if)#ip add 30.30.30.2 255.255.255.252 R4(config-if)#no sh R4(config-if)#exit

Setelah itu kita lanjut pada konfigurasi OSPF, kita mulai dari R1, aktifkan OSPF pada R1 kemudian masukan network yang dimiliki oleh Router tersebut beserta area nya , pada R1 yaitu 10.10.10.0/30 pada area 15.

OSPF R1

R1(config)#router ospf 1
R1(config-router)#router-id 1.1.1.1
R1(config-router)#network 10.10.10.0 0.0.0.3 area 15
R1(config-router)#exit
Pada R2 terdapat dua network yaitu 10.10.10.0/30 pada area 15 dan network 20.20.20.0/30 pada area backbone.

OSPF R2

R2(config)#router ospf 1
R2(config-router)#router-id 2.2.2.2
R2(config-router)#network 10.10.10.0 0.0.0.3 area 15
R2(config-router)#network 20.20.20.0 0.0.0.3 area 0
R2(config-router)#exit
Pada R3 terdapat dua network yaitu 20.20.20.0/30 pada area backbone dan network 30.30.30.0/30 pada area 24.

OSPF R3

R3(config)#router ospf 1
R3(config-router)#router-id 3.3.3.3
R3(config-router)#network 20.20.20.0 0.0.0.3 area 0
R3(config-router)#network 30.30.30.0 0.0.0.3 area 24
R3(config-router)#exit
Terakhir pada R4 terdapat network 30.30.30.0/30 pada area 24. 

OSPF R4

R4(config)#router ospf 1
R4(config-router)#router-id 4.4.4.4
R4(config-router)#network 30.30.30.0 0.0.0.3 area 24
R4(config-router)#exit
Setelah semua Router selesai dikonfigurasi sekarang coba kita cek apakah konfigurasi sudah benar dan informasi pada Routing table sudah terisi secara otomatis, untuk melihat Routing table ketikan perintah sh ip route pada setiap Router : 

Routing table R1

R1#sh ip route 
Codes: L - local, C - connected, S - static, R - RIP, M - mobile, B - BGP
       D - EIGRP, EX - EIGRP external, O - OSPF, IA - OSPF inter area
       N1 - OSPF NSSA external type 1, N2 - OSPF NSSA external type 2
       E1 - OSPF external type 1, E2 - OSPF external type 2, E - EGP
       i - IS-IS, L1 - IS-IS level-1, L2 - IS-IS level-2, ia - IS-IS inter area
       * - candidate default, U - per-user static route, o - ODR
       P - periodic downloaded static route

Gateway of last resort is not set

     10.0.0.0/8 is variably subnetted, 2 subnets, 2 masks
C       10.10.10.0/30 is directly connected, GigabitEthernet0/0
L       10.10.10.1/32 is directly connected, GigabitEthernet0/0
     20.0.0.0/30 is subnetted, 1 subnets
O IA    20.20.20.0/30 [110/2] via 10.10.10.2, 03:02:26, GigabitEthernet0/0
     30.0.0.0/30 is subnetted, 1 subnets
O IA    30.30.30.0/30 [110/3] via 10.10.10.2, 01:09:58, GigabitEthernet0/0

Routing table R2

R2#sh ip route
Codes: L - local, C - connected, S - static, R - RIP, M - mobile, B - BGP
       D - EIGRP, EX - EIGRP external, O - OSPF, IA - OSPF inter area
       N1 - OSPF NSSA external type 1, N2 - OSPF NSSA external type 2
       E1 - OSPF external type 1, E2 - OSPF external type 2, E - EGP
       i - IS-IS, L1 - IS-IS level-1, L2 - IS-IS level-2, ia - IS-IS inter area
       * - candidate default, U - per-user static route, o - ODR
       P - periodic downloaded static route

Gateway of last resort is not set

     10.0.0.0/8 is variably subnetted, 2 subnets, 2 masks
C       10.10.10.0/30 is directly connected, GigabitEthernet0/0
L       10.10.10.2/32 is directly connected, GigabitEthernet0/0
     20.0.0.0/8 is variably subnetted, 2 subnets, 2 masks
C       20.20.20.0/30 is directly connected, GigabitEthernet0/1
L       20.20.20.1/32 is directly connected, GigabitEthernet0/1
     30.0.0.0/30 is subnetted, 1 subnets
O IA    30.30.30.0/30 [110/2] via 20.20.20.2, 01:12:14, GigabitEthernet0/1

Routing table R3

R3#sh ip route
Codes: L - local, C - connected, S - static, R - RIP, M - mobile, B - BGP
       D - EIGRP, EX - EIGRP external, O - OSPF, IA - OSPF inter area
       N1 - OSPF NSSA external type 1, N2 - OSPF NSSA external type 2
       E1 - OSPF external type 1, E2 - OSPF external type 2, E - EGP
       i - IS-IS, L1 - IS-IS level-1, L2 - IS-IS level-2, ia - IS-IS inter area
       * - candidate default, U - per-user static route, o - ODR
       P - periodic downloaded static route

Gateway of last resort is not set

     10.0.0.0/30 is subnetted, 1 subnets
O IA    10.10.10.0/30 [110/2] via 20.20.20.1, 01:14:53, GigabitEthernet0/0
     20.0.0.0/8 is variably subnetted, 2 subnets, 2 masks
C       20.20.20.0/30 is directly connected, GigabitEthernet0/0
L       20.20.20.2/32 is directly connected, GigabitEthernet0/0
     30.0.0.0/8 is variably subnetted, 2 subnets, 2 masks
C       30.30.30.0/30 is directly connected, GigabitEthernet0/1
L       30.30.30.1/32 is directly connected, GigabitEthernet0/1

Routing table R4

R4#sh ip route 
Codes: L - local, C - connected, S - static, R - RIP, M - mobile, B - BGP
       D - EIGRP, EX - EIGRP external, O - OSPF, IA - OSPF inter area
       N1 - OSPF NSSA external type 1, N2 - OSPF NSSA external type 2
       E1 - OSPF external type 1, E2 - OSPF external type 2, E - EGP
       i - IS-IS, L1 - IS-IS level-1, L2 - IS-IS level-2, ia - IS-IS inter area
       * - candidate default, U - per-user static route, o - ODR
       P - periodic downloaded static route

Gateway of last resort is not set

     10.0.0.0/30 is subnetted, 1 subnets
O IA    10.10.10.0/30 [110/3] via 30.30.30.1, 00:11:08, GigabitEthernet0/0
     20.0.0.0/30 is subnetted, 1 subnets
O IA    20.20.20.0/30 [110/2] via 30.30.30.1, 00:11:08, GigabitEthernet0/0
     30.0.0.0/8 is variably subnetted, 2 subnets, 2 masks
C       30.30.30.0/30 is directly connected, GigabitEthernet0/0
L       30.30.30.2/32 is directly connected, GigabitEthernet0/0
Terlihat tulisan yang diberi warna merah merupakan informasi Routing yang didapatkan melalui OSPF, tulisan IA artinya informasi Routing tersebut berasal dari luar area si Router atau informasi LSA Type-3. Seperti yang sudah saya bilang sebelumnya tujuan dari dibuatnya area adalah untuk meringankan kerja Router dengan mengurangi database (LSDB) setiap Router, jadi setiap Router hanya memiliki informasi LSDB pada area si Router itu sendiri, coba kita cek pada Router R1 dengan perintah sh ip ospf database : 

R1 LSDB

R1#sh ip ospf database 
            OSPF Router with ID (1.1.1.1) (Process ID 1)

                Router Link States (Area 15)

Link ID         ADV Router      Age         Seq#       Checksum Link count
1.1.1.1         1.1.1.1         1607        0x8000000a 0x000afa 1
2.2.2.2         2.2.2.2         1607        0x8000000a 0x00cf2b 1

                Net Link States (Area 15)
Link ID         ADV Router      Age         Seq#       Checksum
10.10.10.2      2.2.2.2         129         0x80000003 0x0038ed

                Summary Net Link States (Area 15)
Link ID         ADV Router      Age         Seq#       Checksum
30.30.30.0      2.2.2.2         1674        0x80000005 0x000bee
20.20.20.0      2.2.2.2         303         0x80000006 0x0068af
Router R1 semua network nya berada di area 15 sehingga pada Router ini hanya memiliki informasi LSDB pada area 15 saja, coba kita lihat pada Router yang network nya ada yang berada di area 15 dan ada yang di area 0 yaitu R2 : 

R2 LSDB

R2#sh ip ospf database 
            OSPF Router with ID (2.2.2.2) (Process ID 1)

                Router Link States (Area 0)

Link ID         ADV Router      Age         Seq#       Checksum Link count
2.2.2.2         2.2.2.2         1073        0x80000009 0x001da3 1
3.3.3.3         3.3.3.3         1074        0x80000009 0x00ded8 1

                Net Link States (Area 0)
Link ID         ADV Router      Age         Seq#       Checksum
20.20.20.2      3.3.3.3         1156        0x80000002 0x006b31

                Summary Net Link States (Area 0)
Link ID         ADV Router      Age         Seq#       Checksum
10.10.10.0      2.2.2.2         1570        0x80000003 0x00d761
30.30.30.0      3.3.3.3         1304        0x80000003 0x00e711

                Router Link States (Area 15)

Link ID         ADV Router      Age         Seq#       Checksum Link count
2.2.2.2         2.2.2.2         1073        0x8000000b 0x00cd2c 1
1.1.1.1         1.1.1.1         1074        0x8000000b 0x0008fb 1

                Net Link States (Area 15)
Link ID         ADV Router      Age         Seq#       Checksum
10.10.10.2      2.2.2.2         1396        0x80000003 0x0038ed

                Summary Net Link States (Area 15)
Link ID         ADV Router      Age         Seq#       Checksum
20.20.20.0      2.2.2.2         1570        0x80000006 0x0068af
30.30.30.0      2.2.2.2         1141        0x80000007 0x0007f0
R2 merupakan Router ABR atau Router perbatasan antara satu area dengan area lainnya, jadi R2 memiliki LSDB lebih dari satu yaitu LSDB pada area 15 dan area 0, Router ini juga bertugas mengirimkan informasi Routing (LSA Type-3) antara area 0 dengan area 15.  Kesimpulan OSPF dapat dibagi menjadi beberapa Area yang bertujuan untuk mengurangi beban kerja setiap Router, karena dengan Area Router hanya akan mengetahui informasi detail atau LSDB detail pada area dimana Router itu berada, untuk menghubungkan antara satu area dengan area lainnya melewati Router ABR.

July 21, 2018

Troubleshooting Lapisan Aplikasi Jaringan WAN

Troubleshooting Lapisan Aplikasi Jaringan WAN 



1. Hypertext Transfer Protokol (HTTP)  Hypertext Transfer Protocol (HTTP) 
adalah sebuah protokol jaringan lapisan aplikasi yang digunakan untuk sistem informasi terdistribusi, kolaboratif, dan menggunakan hipermedia. Penggunaannya banyak yang disebut dengan dokumen hiperteks, yang kemudian membentuk World Wide Web pada tahun 1990 oleh fisikawan Inggris, Tim Berners-Lee. Hingga kini, ada dua versi mayor dari protokol HTTP, yakni HTTP/1.0 yang menggunakan koneksi terpisah untuk setiap dokumen, dan HTTP/1.1 yang dapat menggunakan koneksi yang sama untuk melakukan transaksi. Dengan demikian, HTTP/1.1 bisa lebih cepat karena memang tidak perlu membuang waktu untuk pembuatan koneksi berulang-ulang. (Wikipedia, Protokol Transfer Hiperteks, 2013) 

2. Netware Inti Protocol (NCP)   NCP (NetWare Core Protocol) 
adalah sebuah protokol jaringan yang digunakan dalam beberapa produk dari Novell, Inc Hal ini biasanya berhubungan dengan sistem operasi NetWare, tetapi bagian dalamnya telah diimplementasikan pada platform lain seperti Linux, Windows NT dan berbagai rasa dari Unix. (wordpress, pengertian netware core protocol (ncp), 2013)  

3. Studi Kasus: Jaringan Lambat 
• Habisnya sumber daya pada web server yang digunakan, karena banyaknya request yang diterima, termasuk didalamnya usaha serangan DOS (Denial of Service), sedangkan kapasitas web server yang ada tidak sebanding dengan request yang masuk. Dalam beberapa kesempatan, web server yang digunakan kehabisan sumber daya memori, sehingga web server mengalami crash, yang selanjutnya dapat merusak komponen lain dari web server tersebut seperti media penyimpanan hard-disk. Jika hal ini terjadi, maka waktu untuk melakukan recovery akan cukup lama. Selama proses recovery tersebut, akses ke situs pengumuman hasil SPMB tidak dapat dilayani. (apaxs, 2014) 

4. Studi Kasus: Jaringan Lambat II 
• Bandwidth koneksi Internet yang habis didominasi oleh beberapa pihak tertentu yang melakukan mirroring data. Walaupun hal ini tidak dilarang, tapi hal ini akan merugikan pengguna-pengguna lain yang tidak dapat melakukan akses karena bandwidth yang ada sudah habis digunakan. Seringkali dalam suatu kurun waktu, bandwidth yang ada habis untuk melayani satu klien saja. (hacke, 2010) 

5. Studi Kasus: Login Response Time terdegradasi Real time system 
disebut juga dengan Sistem waktu nyata. Sistem yang harus menghasilkan respon yang tepat dalam batas waktu yang telah ditentukan. Jika respon komputer melewati batas waktu tersebut, maka terjadi degradasi performansi atau kegagalan sistem. Sebuah Real time system adalah sistem yang kebenarannya secara logis didasarkan pada kebenaran hasil- hasil keluaran sistem dan ketepatan waktu hasil-hasil tersebut dikeluarkan. (ishartono’s, 2008) 

6. Studi Kasus: Koneksi Server turun  :
  •  Virus. Virus jelas dapat memperlambat bandwidth kamu. 
  •  Cuaca. Cuaca buruk—misalnya hujan deras, akan mengganggu jalannya koneksi data dan sinyal internet. 
  •  Overload Traffic. Penuhnya lalu lintas data membuat switch, router, atau access point menjadi "bingung". 
  •  Menumpuknya Sampah browser. Chace, browsing history, download history, cookies semua tersimpan dalam dalam browser. (badru-zama, 2011)
7. Server Massage Block (SMB) Server Message Block disingkat SMB 
adalah istilah bahasa Inggris dalam teknologi informasi yang mengacu kepada protokol client/server yang ditujukan sebagai layanan untuk berbagi berkas (file sharing) di dalam sebuah jaringan. Protokol ini seringnya digunakan di dalam sistem operasi Microsoft Windows dan IBM OS/2.

8. Protokol SMB logon dan format paket Richard sharpe
anggota team SAMBA mendefinisikan SMB sebagai protokol "request- response". Client mengirim SMB request ke server, dan server mengirim SMB response ke client. Informasi lebih jauh lainnya dapat dilihat pada alamat http://www.samba.org/cifs/docs/what-is-smb.html. Pada dasarnya, format SMB terdiri dari string header dan command (perintah). Mari kita lihat lebih dekat format tersebut.

9. Studi Kasus: Poor Waktu Respon Waktu Tanggap ( Response Time) 
adalah waktu tanggap yg diberikan oleh antar muka/interface ketika user merequest/ mengirim permintaaan ke komputer. Secara umum, pengguna menginginkan bahwa program aplikasinya dapat memberikan waktu tanggap yang sependek – pendeknya.

10. Studi Kasus: Poor throughput Throughput 
adalah bandwidth aktual yang terukur pada suatu ukuran waktu tertentu dalam suatu hari menggunakan rute internet yang spesifik ketika sedang mendownload suatu file. 

11. Studi Kasus: Poor throughput Throughput 
adalah bandwidth aktual yang terukur pada suatu ukuran waktu tertentu dalam suatu hari menggunakan rute internet yang spesifik ketika sedang mendownload suatu file.  

April 28, 2018

Cara mengganti gambar mouse Pada desktop komputer atau laptop

Cara mengganti gambar mouse Pada desktop komputer atau laptop

1. Pertama kita klik kanan pada desktop komputer kita. lalu kita klik menu propertis.
contoh gambar.

2. selanjutnya kita klik menu change mouse pointers
contoh gambar.

3. Selanjutnya kita klik pointers dan kita tinggal memilih gambar mouse yang kita inginkan.
contoh gambar. 
  • Setelah kita pilih lalu kita klik apply dan klik ok.
4. maka secara otomatis kecepatan mouse akan berubah dengan sendirinya.
sumber : sumbuinformatika.blogspot.com

Cara mempercepat gerak mouse Pada desktop komputer atau laptop

Cara mempercepat gerak mouse Pada desktop komputer atau laptop

1. Pertama kita klik kanan pada desktop komputer kita. lalu kita klik menu propertis.
contoh gambar.

2. selanjutnya kita klik menu change mouse pointers
contoh gambar.

3. Selanjutnya kita klik pointers options dan kita tinggal mengatur kecepatan gerak mouse yang kita inginkan.
contoh gambar. 
  • Setelah kita pilih lalu kita klik apply dan klik ok.

4. maka secara otomatis kecepatan mouse akan berubah dengan sendirinya.
sumber : sumbuinformatika.blogspot.com

April 27, 2018

Tutorial menginstal VMware Workstation dan briker 1.4 lengkap dengan gambar

Tutorial menginstal VMware Workstation dan briker 1.4 lengkap dengan gambar 
sebelum kita instal VMware Workstation. kita harus download briker 1.4 terlebih dahulu. gunanya briker yaitu untuk menjalankan software VMware Workstation (jadi briker itu sama seperti driver pendukung aplikasi (software) briker juga banyak versinya jadi tinggal anda pilih sendiri sesuai versi dan mendukung dengan softwarenya

1. Pertama kita instal driver VMware Workstation terlebih dahulu. setelah kita instal maka kita cari aplikasi vmware player bawaan dari VMware Workstation yang telah kita instal tadi. kita cari di menu star.
contoh gambar

2. Setelah kita klik maka akan muncul tampilan seperti dibawah ini
contoh gambar



3. Selanjutnya kita klik instaler dan browser.
contoh gambar

4. Setelah kita klik maka akan muncul tampilan seperti dibawah ini.
contoh gambar



5. Maka selanjutnya akan muncul tampilan seperti ini.
contoh gambar 



6. Selanjutnya kita klik Other dan klik Next.
contoh gambar 

7. Lalu kita tinggal klik Next lagi 
contoh gambar 

8. Lalu kita tinggal klik Next lagi 
contoh gambar.

9. Lalu kita tinggal klik Finish dan selesai 
contoh gambar.

10. Setelah kita selesai menginstal maka akan muncul tampilan seperti dibawah ini
contoh gambar.


11. maka akan muncul tampilan seperti di bawah ini.
contoh gambar.


  • Setelah muncul tampilan seperti gambar diatas maka saya rasa anda sudah berhasil menginstalnya.


Catatan :

pada kesempatan kali ini kuharap anda semua sudah tau tutorial instalansi selanjutnya atau anda juga sudah tau (paham) menginstal seperti menginstal aplikasi2 yang lainnya.
jadi saya tidak bisa melanjutkan instalansi selanjutnya dikarenakan instalansi selanjutnya sama seperti anda menginstal software2 yang lainnya

selamat mencoba dan selalu berkreasi dengan kepercayaan diri anda masing2 oke slam blogger

sumber : sumbuinformatika.blogspot.com










April 21, 2018

Cara melihat komponen hardware melalui komputer (Windows RUN)


Cara melihat komponen hardware melalui komputer 
(Windows RUN)
1      1.  Pertama kita buka dulu komputer atau laptop kita lalu kita klik windows run/(r) atau yang berada di pojok kiri bawah sebelah ctrl.
ü  Setelah kita klik maka akan muncul tampilan seperti dibawah ini.


2      2. Setelam muncul tampilan tersebut , lalu kita tulis pada kolom  kosong tersebut dengan tulisan dxdiag.
ü  Setelah kita tulis lalu kita klik OK.


        3. Maka otomatis akan  keluar tampilan seperti dibawah ini.
ü  Tampilan dibawah tersebut merupakan komponen-komponen hardware yang terpasang atau aktif dalam komputer.


4      4. Nah itu kawan tutorial cara melihat komponen hardware melalui komputer (windows run “r” )

Selamat mencoba dan selalu berusaha
Sumber : sumbuinformatika.blogspot.com

Cara menambah kecepatan download melalui IDM (internet download manager)

Cara menambah kecepatan download melalui IDM (internet download manager)


1.      1.  Pertama kita buka dulu komputer kita dan lalu pilih atau klik ikon yang bergambar IDM seperti  ikon gambar dibawah ini.


ü        Atau kita juga bisa cari software IDM tersebut di menu STAR yang terletak pada pojok kiri bawah pada komputer anda.
Contoh gambar :


2      2. Setelah kita klik maka akan muncul tamnpilan seperti gambar dibawah ini.



ü  Setelam muncul anda klik saja menu download yang berada diatas.

3      3. Maka akan muncul tampilan seperti dibawah ini.



ü  Anda klik atau pilih menu pembatas kecepatan.

contoh gambar :

ü  Maka akan terdapat menu pengaturan dan anda klik saja menu pengaturan tersebut.

4      4. Maka akan muncul tampilan seperti dibawah  ini :
ü  Pada tampilan ini anda tingggal mengatur kecepatan sesuai keinginan anda pada kolom yang sudah saya lingkari dengan garis merah

5      5. Itu semua kawan dari saya yang bisa saya kasihkan pengalaman saya.

Ø  Sumber : sumbuinformatika.blogspot.com


Created By Sumbu Informatika Templates | Distributed By MyBloggerThemes